Minggu, 02 April 2017

Full PLL WBFM Transceiver 70 - 86 MHz

Lama rasanya Penulis tidak menjumpai Pembaca melalui postingan di blog ini.  Awalnya Penulis berencana menjadikan project ini sebagai project akhir tahun 2016, tetapi ternyata berubah menjadi project awal tahun 2017 (terlambat 4 bulan).  Tentunya setelah melalui beberapa perbaikan dan modifikasi sampai beberapa kali.  
Dasar idenya sebenarnya sangat sederhana, masih menggunakan sistem split oscilator antara transmitter dan receiver, tetapi keduanya dikontrol oleh PLL secara bergantian, sehingga Transmitter dikontrol oleh PLL, demikian juga Receiver.  Sehingga memungkinkan transmitter dan receiver disetting full duplex untuk membuka RPU (Radio Pancar Ulang) atau half duplex untuk komunikasi direct.  Rasa penasaran tentunya sangat Penulis harapkan dari para Pembaca yang budiman untuk terus membaca tulisan kali ini. :-) 

Skema Lengkap

Komponen PLL unit menggunakan IC CD4060 sebagai pembagi frekuensi X-tal pembangkit frekuensi referensi, IC CD4046 sebagai detektor fasa, IC TC9122 sebagai programmable divider penentu frekuensi dan IC LB3500 sebagai prescaller atau pembagi frekuensi.  Penulis menggunakan X-tal 3,2 MHz untuk step 25KHz dan 6,4 MHz untuk step 50KHz.  Untuk keperluan komunikasi sebaiknya menggunakan step 25KHz agar menghemat bandwith dan diharapkan dengan power yeng kecil bisa mencapai pancaran semaksimal mungkin. 
PLL Unit

Apabila kita menggunakan divider TC9122, dengan step 25KHz, maka frekuensi maksimal yang bisa dituning adalah sampai dengan 90 MHz.  Sangat cocok dikombinasikan dengan tuner VCO merek mitsumi yang mempunyai range frekuensi 65 - 90 MHz di sisi receivernya.

 Tuner VCO Mitsumi
Bagian receiver, Front end menggunakan tuner VCO dengan range frekuensi 65 - 90 MHz, kemudian sinyal IF diperkuat oleh satu tingkat penguat menggunakan transistor 2SC9018 atau FCS9018.  Discriminator menggunakan IC TA7640 atau KIA6040, selanjutnya sinyal audio diperkuat menggunakan IC 386 menjadi sekitar 1-2 watt.  Bagian led indikator sinyal pada IC TA7640 / KIA 6040 Penulis modifikasi menjadi adjustable squelch processor agar pesawat tetap senyap ketika tidak ada sinyal yang masuk.

 Jumper Board

Kaki IC TC9122 nomor 3 - 16 Penulis hubungkan dengan diode switch sehingga memungkinkan pergantian antara TX dan RX (lihat skema).  Pada gambar diatas, dioda switch penulis letakan di bawah PCB, sehingga terlihat dari atas tetap bersih.  Dioda menggunakan IN4148 sebanyak 28 buah, 14 buah untuk TX dan 14 buah untuk RX.  Photo dibawah ini mungkin akan memperjelas gambaran dari Penulis.  Photo ini merupakan versi awal dari jumper board yang Penulis buat.

 
Jumper Board

Bagian VCO Transmitter, Penulis menggunakan C9018 atau C829, atau bisa juga dicoba type transistor yang lain (desain PCB menggunakan C9018), buffer menggunakan C2026 atau KSP10 dalam penguat kelas A, driver menggunakan C2053 atau C2538 juga dalam bentuk penguat Kelas A dan Final menggunakan C1971 dirangkai sebagai penguat kelas AB.  Output dari Final diperhalus oleh Low Pass Filter dengan cut off di frekuensi 90 MHz.  Seperti biasa dalam perakitan pemancar, perakitannya harus bertahap per tingkat kita tes, sehingga dihasilkan keluaran yang bersih dan minim harmonik.

Rangkaian dalam Pengetesan


Rangkaian dalam Box 

Penampakan bagian Final

Secara umum rangkaian sangat stabil dan cukup handal.  Penulis sudah berhasil membuatnya sebanyak 3 unit pada step 50KHz dan 25 KHz.  Tanpa menggunakan frekuensi display, Penulis bisa melakukan setting frekuensi hanya dengan mengandalkan jumper dan lock indikator.  Kelemahan adalah pesawat tidak bisa digunakan untuk scanning frekuensi karena masih mengandalkan jumper untuk tuning frekuensinya.
Apabila para Pembaca berminat untuk merakitnya, dibawah ini Penulis sertakan desain PCB serta layout-nya.
Desain PCB ukuran 15,66 x 7,95 cm

Penampakan lay out komponen & jalur PCB


Gambar Tata Letak Komponen (tanpa hole)


 Desain Jumper Board ukuran 4,15 x 2,42 cm
Lay out dan Tata Letak Jumper Board

Akhirnya Penulis ucapkan selamat mencoba bagi yang ingin mencobanya dan semoga kesuksesan selalu menyertai para Pembaca yang Budiman.

22 komentar:

  1. Balasan
    1. blum bisa bikin controlnya Om, masih pake jumper hehe...

      Hapus
  2. Balasan
    1. pengen niru nggone njenengan rung iso Kang

      Hapus
    2. maturnuwun mas ilmu nya ,,berbagi itu indah mas jenengan hebat dari yg lebih hebat mau berbaggi

      Hapus
    3. sama-sama mas, sebisa-bisanya saya mas ...

      Hapus
  3. Kalau pke thumwel seperti pda ht2n ap hrus pke jumper jga..
    Bisa denger suara sendiri gk ini ya

    BalasHapus
  4. As yok kalo jampernya di ganti tumblewele bisa gak mas

    BalasHapus
  5. As yok kalo jampernya di ganti tumblewele bisa gak mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, tapi tetap aj angkanya tdk menunjukkan nilai frekuensinya

      Hapus
    2. Ayo mas bikin lagi buat brik brikan

      Hapus
  6. mantab boss oscilator sangat bagus minim harmonic dan sangat kuat

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah mencoba ya mas? tinggal dibuatkan controller, biar bisa scanning

      Hapus
  7. Pll nya ini pake jeda tidak ms pas pertama di nyalakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak ada jedanya mas, malah proses locknya terdengar oleh lawan mirip roger beep, di kirain pake roger beep pdhl nggak saya kasi

      Hapus
    2. Mas boleh minta nomer wa nya mas..kalu berkenan

      Trimakasih

      Hapus
    3. itu nomor saya di pojok atas mas

      Hapus
  8. Om ini spilt system atau direct?

    BalasHapus
  9. Apakah Frequency pemancar dan penerima ini langsung serobit atw tida ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih sistem split mas, blum bisa bikin yg pake mixer, maaf baru bales

      Hapus