Sabtu, 17 Juli 2021

Membuat Beeper Menggunakan IC 555 dan Buzzer Pasif

Sebuah rangkaian sederhana yang cukup menarik, bisa kita manfaatkan sebagai indikator atau alarm peringatan.  Buzzer pasif bisa kita temukan pada PC lama, jam yang ada alarmnya, multitester dan peralatan lainnya.

Buzzer Pasif
 
Terdapat dua kaki dengan kutub (+) dan (-), pastikan tidak keliru dalam memasangnya.  Buzzer pasif mirip dengan loudspeaker, tidak terdapat rangkaian oscilator di dalamnya sehingga tidak mengeluarkan bunyi apapun ketika kita sambungkan dengan power supply.  Mungkin hanya akan terdengar bunyi "krek...krek" apabila kita tes dengan menggunakan baterai.

Skema Beeper

Rangkaian tersebut menggunakan 2 (dua) buah IC timer NE 555 P.  IC 1 digunakan untuk mengatur selang/jarak bunyi "beep", selang bunyi "beep" bisa kita atur dengan menggunakan trimpot 50 K.  Sedangkan IC 2 sebagai driver / oscilator buzzer pasif.  Sebagai tambahan terdapat LED yang akan berkedip-kedip ketika terdengar bunyi "beep".  Rangkaian di atas digunakan untuk tegangan 5 volt, apabila para pembaca bermaksud merubahnya untuk tegangan yang berbeda, maka resistor yang tersambung ke LED serta buzzernya harus menyesuaikan.  Tegangan kerja IC 555 adalah 4,5 - 15 volt.  Apabila para pembaca sudah memiliki buzzer aktif, maka tinggal membuat rangkaian dengan IC 1 saja.  Buzzer aktif di sambungkan pada kaki 3 dan 4 (kaki 4 untuk kutub (+) buzzer dan kaki 3 untuk kutub (-) buzzer).  Sedangkan apabila para pembaca hanya menginginkan bunyi "beeeeeep" saja, silakan dibuat hanya rangkaian dengan IC2 saja.

Photo di bawah ini adalah rangkaian yang sudah jadi, dengan power input dari USB 5 volt.
 
Rangkaian yang sudah jadi 
 
 
 
Pengetesan Rangkaian Beeper
 

Dibawah ini Penulis lampirkan layout tata letak komponen dan desain PCBnya.


Layout tata letak komponen

Catatan : pada bagian bawah IC 1 terdapat jalur jumper (garis warna merah pada layout).


Desain PCB

Apabila para pembaca ingin membuatnya silakan copas desain pcb yang sudah penulis buat.  Ukuran PCB 3,17 cm x 2,98 cm.  Selamat berkarya, semoga sukses.

Rabu, 30 Juni 2021

Membuat Universal IR Receiver 3 Chanel menggunakan IC CD4017

Pada tahun 2021 ini Penulis coba untuk mem-posting lagi beberapa hasil percobaan yang belum sempat ter publikasikan di blog ini.  Rangkaian ini sebenarnya hanya merupakan pengembangan dari rangkaian sebelumnya yang hanya 1 chanel.  Untuk rangkaian sebelumnya silakan baca : Membuat Sendiri Sakelar Infra Merah

Pada dasarnya IC CD4017 merupakan IC pembagi (counter) 10, yang apabila kita masukkan sinyal pada kaki 14, maka sinyal output akan berurutan dikeluarkan pada kaki 3, 2, 4, 7, 10, 1, 5, 6, 9 dan 11.  Karena yang kita gunakan hanya 3 chanel, maka output yang digunakan adalah kaki 3, 2, 4, 7 sedangkan kaki selanjutnya yaitu 10 dihubungkan dengan kaki 15 (Master Reset).  Kaki 3 sebagai Q0 digunakan sebagai status OFF.  Rencananya IR Receiver ini akan Penulis pasang di Kipas Angin untuk menyalakan dan mengatur kecepatannya.

Berdasarkan konsep tersebut, maka Penulis menggambar skema rangkaian di bawah ini :
 
Skema lengkap rangkaian Universal IR Receiver 3 chanel

Bagian yang penulis blok hijau adalah bagian yang mutlak harus menggunakan tegangan 5 volt.  Apabila sulit mendapatkan relay 5 volt, maka bisa kita gunakan relay 9 volt atau 12 volt dengan penyesuaian pada resistor untuk LED (hijau, kuning dan merah).  Apabila menggunakan relay 9 volt, maka gantilah resistornya dengan ukuran 330 ohm dan apabila menggunakan relay 12 volt maka gantilah resistor dengan ukuran 470 ohm.  Jangan lupa untuk rangkaian yang menggunakan tegangan 5 volt kita beri regulator 5 volt, misal menggunakan IC 7805 atau 78L05.


Tanpa berlama-lama, Penulis segera menggambar pola PCB dengan menggunakan software Diptrace.
Sehingga hasilnya seperti foto di bawah ini.

PCB tampak bawah

PCB tampak atas

Daftar Komponen : (untuk tegangan 5 volt)

Resistor   
4K7   
100    5 buah
220K   
1K    3 buah
    
capasitor   
100nF    2 buah
    
elco   
100uF/16Volt   
470uF/16volt   
    
Transistor   
BC557   
BC547    3 buah
    
IC   
CD4017BE   
    
RELAY 5 VOLT    3 buah
    
LED     4 buah
IR sensor TSOP 1738   

Untuk IR sensor, bisa kita gunakan sembarang sensor yang ada di pasaran.  Jangan lupa untuk menentukan kaki-kakinya sebelum dipasang.  IR sensor yang penulis gunakan bentuknya seperti pada gambar di bawah ini.
Sensor IR TV China

Setelah semua komponen tersedia, selanjutnya Penulis merakitnya di PCB sehingga hasilnya seperti foto di bawah ini.
 
Rangkaian yang sudah dirakit

Selanjutnya kita lakukan pengetesan.  Sebagai catatan pada rangkaian tersebut, penulis menggunakan relay 9 volt, sehingga tegangan yang masuk ke blok hijau Penulis beri regulator 78L05.

 

 
Pengetesan Rangkaian

Setelah ditest dan berhasil bekerja, langkah selanjutnya adalah memasukkan rangkaian tersebut ke dalam body kipas angin.  Untuk power supply nya Penulis menggunakan adaptor sederhana yang terbuat dari trafo kecil bekas PC speaker dengan spesifikasi 9 volt 200 mA.
 

Memasang rangkaian ke kipas
 
IR sensor penulis letakkan di luar dengan disambungkan kabel, demikian juga dengan 4 buah LED.
 
Posisi pemasangan sensor IR
 
Untuk hasil akhirnya silakan saksikan video di bawah ini.
 
 
Hasil akhir yang sudah dipasangkan pada kipas angin

Apabila para Pembaca ingin membuatnya maka silakan di copas saja pola PCB di bawah ini.

Layout Tata Letak Komponen
 

Pola PCB

Layout tata letak diatas pola PCB

Akhirnya Penulis ucapkan selamat mencoba semoga sukses.

Kamis, 31 Mei 2018

Lampu Otomatis

Terkadang kita terlupa untuk mematikan lampu ketika hari sudah terang benderang.  Terutama lampu yang mungkin letaknya agak tidak terlihat, mungkin karena posisinya berada jauh dari rumah, sehingga akan menyebabkan pemborosan atau bahkan dijadikan sebagai indikator bagi "tamu tak diundang" bahwa rumah tersebut tidak ada orangnya.
Penulis sudah mencoba rangkaian berikut ini dengan hasil yang cukup memuaskan.  Bisa dijadikan sebagai project pemula, karena komponennya cuma 7 (tujuh) buah, namun demikian kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama, karena rangkaian ini langsung terhubung dengan listrik arus kuat 220 volt AC.

Menurut analisis Penulis, rangkaian ini akan awet karena LDR dan SCR dilalui oleh listrik DC yang sudah dihambat oleh resistor 1 mega ohm, setelah melalui dioda jembatan.


Selanjutnya rangkaian kita tempatkan dalam wadah yang bisa ditembus cahaya (bening) dengan permukaan LDR menghadap arah luar, sehingga ketika permukaan LDR terkena cahaya, maka lampu akan padam.

Apabila para Pembaca berminat untuk membuatnya di bawah ini Penulis sediakan desain PCB serta layout tata letak komponennya.  Biaya pembuatan mungkin sekitar Rp 10.000,- atau bahkan kurang dari itu.
Desain PCB

Layout PCB

Akhirnya Penulis ucapkan selamat mencoba dan jangan lupa untuk selalu berhati-hati.

Selasa, 28 November 2017

Wireless Microphone V2.2

Pada wireless microphone V2.1 Penulis menambahkan satu tingkat penguatan dari versi sebelumnya, sedangkan pada versi ini sebenarnya tidak banyak perubahan pada komponen, karena Penulis hanya menambahkan satu tingkat penguat pada bagian akhir, sehingga keseluruhan menggunakan 4 (empat) buah transistor.  Transistor oscilator tetap menggunakan 2SC829, selanjutnya Penulis tetap menggunakan C9018 atau S9018.  Namun demikian tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan transistor tipe yang lainnya, selama transistor tersebut bekerja pada band VHF (very high frequency).  Pertimbangan yang Penulis pakai adalah pada mudah didapatkan serta murah dalam harga.

Skema Wireless Microphone V2.2

Terdapat 4 (empat) lilitan dalam rangkaian tersebut, L1 dan L2 merupakan transformator frekuensi tinggi yang dibuat menggunakan koker inti ferit diameter 5 mm.  L1 adalah lilitan primer dan L2 adalah lilitan sekunder.  L3 dan L4 adalah induktor yang bisa dibuat dengan melilitkan kawat diameter 0,5 mm pada paku atau mata bor diameter 3 mm sebanyak 10 - 15 lilit.  Dibawah ini Penulis tampilkan beberapa foto penampakan rangkaian wireless mic yang sudah Penulis rakit.




Rangkaian yang sudah jadi, kemudian Penulis masukkan dalam box plastik dengan baterai menggunakan bekas baterai handphone serta penambahan sakelar ON/OFF dan antena.


Yang sedikit membedakan dari versi sebelumnya adalah, tentu saja karena ditambahkan penguat satu tingkat, maka power yang dihasilkan terdapat peningkatan.  Sehingga sudah mampu menggerakkan jarum RF Probe atau menyalakan LED RF Probe.  Untuk rangkaian RF probe, Pembaca bisa mencari postingan sebelumnya.



Berdasarkan hasil tes, frekuensi stabil dan pancaran yang lumayan kuat.  Untuk jangkauan Penulis belum mengadakan pengetesan lebih lanjut.
Apabila para Pembaca berminat untuk membuat, dibawah ini Penulis sertakan desain PCB serta layoutnya.  



Akhirnya Penulis ucapkan selamat mencoba, semoga sukses.

Rabu, 05 Juli 2017

Membuat Charger HP di Motor

Kebanyakan posting tentang membuat charger di motor yang pernah Penulis baca adalah menggunakan IC Linear Regulator 7805, padahal banyak sekali kelemahannya.  Diantaranya efisiensi IC 7805 yang rendah sehingga banyak energi listrik yang terbuang menjadi panas, sehingga kemungkinan akan menyebabkan aki tekor.  Selain itu arus yang dihasilkan tidak bisa mencapai 1000 mAH, cuma sekitar 600 mAH, kecuali kita tambahkan current booster, misal menggunakan transistor 2N3055 dan sebagainya.
Oleh karena itu Penulis coba membuat charger yang di pasang di motor, dengan menggunakan charger USB yang biasa di pasang di mobil.  Adapun penampakannya adalah seperti foto di bawah ini.


Berdasarkan spesifikasi yang tertera pada stikernya, tertulis input 12 - 24 volt, output 5 volt 1000 mA.


Charger semacam ini bisa para Pembaca dapatkan di toko elektronik dengan harga Rp 10.000,-.   Lumayan murah daripada merakit sendiri menggunakan IC LM2596 (harga IC Rp 22.000,-).  Berdasarkan prinsip kerjanya, menggunakan IC Switching Regulator, sehingga didapatkan efisiensi sekitar 80%, dengan demikian tidak akan menimbulkan panas dan aki tekor.
Langkah selanjutnya adalah kita bongkar charger tersebut untuk kita ambil module step down converternya.


Kemudian kita cari sambungan input positif dan negatifnya dan kita solderkan ke kabel, yang nantinya kita pasangkan ke aki motor.


Untuk langkah selanjutnya, Penulis memasukkan module tersebut dalam box plastik, dengan tambahan sakelar untuk menghidupkan atau mematikan charger, bisa juga kita tambahkan sekering sebagai pengaman.





Kemudian kita sambungkan langsung ke aki motor, sehingga ketika motor kita parkir dalam keadaan mesin dimatikan, bisa sambil charging HP, smartphone, tablet, power bank dan sebagainya.  Peletakan charger sesuai selera, bisa kita letakkan di bawah jok atau dibuatkan tempat tersembunyi yang kedap air untuk menghindari short circuit.



Kabel sambungan ke aki penulis gunakan terminal yang bisa dipakai untuk listrik rumahan, sehingga akan memudahkan kita dalam memasang atau melepas charger.



Berdasarkan percobaan, rangkaian charger Penulis nyalakan selama 24 jam terus menerus, kemudian Penulis coba untuk starter motor menggunakan starter elektriknya, hasilnya ..........JREEEENG........ tidak terjadi ketekoran pada aki.
Akhirnya Penulis ucapkan selamat mencoba.

Kamis, 22 Juni 2017

Sakelar Infra Merah


Pada versi sebelumnya yang bisa dilihat pada http://elektronikanalog.blogspot.co.id/2015/04/membuat-sendiri-sakelar-infra-merah.html, Penulis menggunakan transformerless power supply, dengan maksud agar bentuk lebih mungil dan harga lebih murah, tetapi ternyata transformerless power supply tersebut tidak mampu bertahan lama.  Oleh karena itu, Penulis berusaha mengupdate versi awal sakelar infra merah tersebut.
Tidak banyak perubahan sebenarnya, hanya pengganti blok transformerless power supply dengan power supply standar menggunakan transformator bekas (atau baru) yang diambil dari power supply booster TV.  Tentu saja dengan penggantian tersebut, bentuknya akan menjadi agak besar tetapi kelebihannya tidak muncul panas yang berlebihan, sehingga bisa dikatakan efisiensi lebih tinggi dibanding versi sebelumnya .  Perubahan lainnya, apabila pada versi sebelumnya Penulis menggunakan regulator linier 7805 sebagai supply rangkaian, dengan alasan efisiensi juga maka pada versi update ini regulator tegangan Penulis ganti dengan dioda zener.

 Skema Rangkaian Sakelar Infra Merah 

Transformator booster TV memiliki output tegangan 24 volt AC, 200 mA yang kemudian disearahkan oleh empat buah dioda yang membentuk konfigurasi bridge, sehingga dihasilkan full wave DC output yang kemudian di filter oleh elco dengan kapasitas 1000uF/50Volt, sehingga dihasilkan tegangan DC yang lumayan halus untuk mensuplai rangkaian.  Alternatif lain bisa juga menggunakan transformator bekas PC amplifier yang memiliki tegangan output 9 Volt 200 mA


Terdapat dua buah dioda zener dalam rangkaian, Dioda Zener 5 volt digunakan untuk stabilizer tegangan menuju ke rangkaian, sedangkan dioda zener yang satunya bisa kita ubah, tergantung relay yang kita gunakan.  Bila kita gunakan relay 5 volt, maka dioda zener juga ukuran 5 volt, bila kita gunakan relay 9 volt, maka dioda zener juga kita pakai ukuran 9 volt, demikian juga bila kita gunakan relay 12 volt, maka dioda zener juga 12 volt.






Hal yang perlu diperhatikan adalah, pada layout terdapat jalur yang berbahaya, karena langsung tersambung ke tegangan tinggi PLN 220 Volt, sehingga setelah kita rakit dan kita ingin mengetes-nya, maka sebaiknya kita letakkan saja, jangan sampai dipegang dengan tangan.  Terutama jalur di bawah transformator dan relay.  (lihat layout PCB)

 


Layout PCB  

Tata Letak Komponen

Desain PCB (4,69 x 8,89  cm)

Pada percobaan diatas, bagian "ALAT" belum disambungkan dengan beban apapun.  Bagian ini bisa kita sambungkan langsung dengan peralatan yang ingin kita kontrol.  Adapun besarnya beban "ALAT" yang kita pasangkan menyesuaikan dengan kemampuan relay yang kita gunakan.
Akhirnya Penulis ucapkan selamat mencoba dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir Batin.